Tuesday, August 14, 2012

Sekolah vs Kuliah


Alhamdulillah, ternyata ini pos kedua tahun ini. Kira-kira aku udah kemana aja selama setahun full sampai-sampai blog ini gak begitu keurus. Kuliah dong. Haha. Emang di dunia perkuliahan ngapain aja? Sesibuk itukah? Di pos ini aku belum akan cerita udah ngapain aja selama setahun awal di dunia perkuliahan. Aku pengen cerita dulu sedikit mengenai perbedaan sekolah dengan kuliah. Dunia sekolah dan kuliah itu bener-bener beda lho, guys. Buat yang baru mau kuliah kayaknya kudu baca ini deh biar gak kaget. Lumayan lah buat preparation. Gak baca yaa gak apa sih, biar kaya surprise gitu ntar. Haha. Buat yang udah mulai kuliah ngapain dong baca nih artikel? Buat bahan diskusi juga boleh kok. Ntar kalau ada beberapa hal yang kalian rasain di dunia kuliah tapi gak kalian rasain selama sekolah bisa ditambahkan via kolom comment. Sharing is caring, sharing is loving. Isn’t it? J
Okay, langsung ke inti permasalahan. Ini dia beberapa perbandingan antara dunia sekolah dan kuliah :
Yup, ini dia yang PERTAMA.

Tuesday, July 24, 2012

Siapa yang lucu? Siapa yang aneh?


Marhaban Yaa Ramadhan. Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bertemu kembali dengan bulan suci nan penuh berkah ini lagi. Sebenarnya cukup telat sih bilang selamat datang untuk Ramadhan mengingat udah hamper seperempat perjalanan. Hehe. But, still better late than nothing at all. Alhamdulillah pula karena akhirnya aku sadar kalau blog ini sudah cukup lama tak terurus. Oke, mumpung masih bulan ramadhan, aku pengen bahas dikit mengenai isu hangat tentang ramadhan. Tepatnya bukan pembahasan sih, melainkan hanya pandangan personal semata. Boleh kan? Ini blog, blogku juga. Terserah dong, mau diisi apa. Ya gak? Haha. Yang penting masih banyak manfaat dari pada mudharatnya. Insyaallah.
Okay, hal yang pengen aku certain ke kalian pada pos perdana di bulan ramadhan ini adalah Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri di Indonesia. Yup, isu ini masih anget-anget tai ayam di pikiran kita. Tapi jangan dibayangkan kalo dalam pikiran kita ada tai ayam yang anget. Ini hanya kiasan semata, bung. Haha. Oke, kembali ke topik. Kalian ngerasa ada yang aneh dengan negara ini gak, kawan? Pasti iya. Sosial, ekonomi, bahkan termasuk urusan religi macam ini. Masa sampe awal ramadhan dan syawal aja diperdebatkan? Masih banyak hal penting yang bisa dibahas bareng untuk dicarikan solusi masalahnya wahai Bapak Ibu Pejabat. Bukan untuk memanas-manasi antara satu kaum dengan kaum lain yang berbeda pendapat mengenai awal ramadhan dan syawal sih. Sekali lagi ini hanya pendapat seorang konyol yang sedang belajar menyampaikan pendapat.

Thursday, October 27, 2011

Haji itu Undangan dari Allah SWT

Alhamdulillah. Bulan ini kedua orang tuaku, mbah putri, dan budheku memantapkan niatnya untuk pergi haji dengan mendaftarkan diri ke Departemen Agama Kota Semarang. Memang, di setiap kebaikan tak mesti akan menemui jalan mudah. Ya, di sini halangan muncul.

Halangan itu bukan masalah niat karena niat mereka sudah mantab, bukan juga dana yang alhamdulillah juga sudah disiapkan. Apa? Ya, kalian pasti tahu. Di negeri ini, untuk beribadah sekalipun harus antre. Tak tanggung-tanggung, 7tahun. Mereka harus menunggu keberangkatan hajinya hingga 2018 mendatang.
Bukan masalah berarti bagi orangtua atau budheku. Mbah putriku sedikit tidak yakin. Kita memang tidak tahu hingga kapan Sang Maha Pencipta mengijinkan untuk hidup. Namun, secara logika, berhubung sudah uzur dan harus menunggu 7tahun lagi tentu akan membuat GALAU. Anak muda yang nunggu temen ato pacar lebih dari 1jam saja bisa galau. Apalagi orang tua?

Sempat terpikir di benak mbah putriku untuk batal haji saja dan pindah ke umroh yang tak butuh antre karena notabene ini memang hanyalah sebuah "perjalanan wisata" bernilai religi. Tetap saja, kalo hati sudah mantab untuk haji, tetep aja ada yang gak srek di hati kalo ganti ke umroh.

Alhamdulillah, ada pak ustadz yang akhirnya ngasih wejangan. "Haji itu undangan dari Allah. Bagaimanapun keadaan seorang hamba saat ini kalo dapet undangan insyaallah pasti berangkat. Apabila sudah diniati dan mendaftar haji namun umur berkata lain, kita sudah dihitung menjalankan haji. Niat baik sudah dicatat malaikat sebagai amal sekalipun belum terlaksana."

SUBHANALLAH
Buat temen2 yang orangtua ato kakek neneknya ragu untuk naik haji karena masalah umur, yakinkanlah mereka! :)

Saturday, September 10, 2011

Refleksi Jenesys 2010 part 3

Bismilah. Alhamdulillah bisa ngelanjutin. Oh iya, mengingatkan saja. Ini bukan refleksi program secara keseluruhan, melainkan hanyalah apa yang aku rasakan di sana yang sekiranya bisa memotivasi diri kita untuk mengambil nilai positif dari mereka.
Setelah disiplin dan apresiatif, poin kali ini The Last but not Least is kepedulian. Ya, mereka begitu peduli. Peduli kepada diri mereka sendiri, anak cucu mereka dengan cara yang super, peduli kepada lingkungan. Ini adalah hasil kesimpulanku sendiri. merka tak pernah bilang demikian. Dari yang aku amati, di Jepang, dia sangat terkenal. Wuaaa #Koaranomachi #abaikan. Di Jepang, mereka benar2 sadar untuk tidak menggunakan kantong plastik untuk belanja. Mereka membawa tas sendiri dari rumah untuk belanja ketimbang memakai tas kresek yang toko sediakan, karena mereka tahu plastik sulit diuraikan oleh tanah.
Bagaimana dengan Indonesia? Kalo pengamatanku ke tetangga2 sih, masih parah. Banyak yang masih pake kresek. Ampuun! Bukan maksudnya ngomongin keburukan kalian. Tapi, dari pada aku bilang Indonesia, malaah bisa dianggep fitnah. kan gak semuanya gitu. Oh iya, ntar malem halal bihalal. Minta maaf sekalian, habis ngrasani kalian di blog, hehe.
Lanjut. Itu baru salah satu contoh yang aku amati. Yang lainnya, apa ya? Oh iya, kecenderungan untuk memakai sepeda dan transportasi umum untuk kemana saja. Ada satu yang bikin aku salut, terutama keluargaku di sana. prinsip mereka, "Kami tidak akan pergi menggunakan mobil pribadi kecuali mobil ini penuh oleh anggota keluarga kami." Subhanallah! Mereka benar2 berpikir maju ke depan, tidak egois. Bapak bilang, "Jika semua orang berpikir begini, maka polusi udara dapat diminimalisir seefektif mungkin." Dan itu benar2 demikian. Jika saja mereka egois untuk kepentingan uang dan waktu mereka, pasti setiap orang Jepang mungkin seperti orang-orang Indonesia yang contohnya dulu adalah aku. Sekarang agak berubah, hehe. "Ngapain naik angkot yang bakal keluar duit lebih banyak dan butuh lebih banyak waktu kalo bisa naik motor?"
Itulah egoisnya aku dulu. Gak mikirin persediaan minyak dunia dan dalam negeri, polusi udara, dan kemacetan. penting cepet dan murah. Alangkah indahnya negeri ini jika setiap orang2 Indonesia bisa berpikir seperti orang2 Jepang yang maju ke depan, peduli dan tidak egois. Minimal, aku harap temen2 dan keluargaku deh, gak dikit2 naik motor atau mobil ke mall, pasar atau tmpat lain. Jika jawaban kalian adalah waktu, maka aku jawab balik dengan budaya!
Tidak sepenuhnya kita harus menyalahkan diri sendiri atas keegoisan diri kita. pemerintah harusnya juga mendukung dengan setidaknya memberi transportasi umum yang layak dan tepat waktu bagi khalayak umum. Tapi, kapan kita maju kalo nunggu pemerintah? ayo mulai dari diri sendiri. Caranya? Kembali ke budaya.
Kebiasaan. Ya, jika kita bisa membiasakan diri dan bangun lebih awal, maka menggunakan public transport bukanlah suatu masalah. Jangan kira hal kecil yang kita lakukan ini  gak ada pengaruhnya untuk negeri ini. Berkontribusilah untuk negeri ini walau sekecil apapun dan namamu bahkan tak dikenang orang sebagai orang yang pernah berkontribusi.
Bagaimana dengan diriku sendiri? Sudah mampukah diri ini peduli kepada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan? hmm
kalo kamu?

Monday, June 27, 2011

Refleksi Jenesys 2010 part 2

Woke, lanjut ke point kedua yakni Orang Jepang itu Apresiatif. Ini dia yang juga mulai langka ditemukan di negara kita. Bukan hanya kerja keras dan pengabdian bahkan juga barang pemberian. Terkadang apa yang telah kita lakukan atau berikan tidak dihargai sama sekali walau hanya dengan kata singkat tapi bermakna yakni terima kasih. Atau bahkan kita sendiri juga kurang apresiatif terhadap orang lain?
Di Jepang, dia sangat terkenal. Wuaaa. (Koara no machi) #abaikan. Di Jepang, pengalaman apresiasi yang aku rasakan adalah standing applause dan ungkapan terima kasih atas kontribusiku sekecil apapun. Contohnya, aku dua kali disuruh nyanyiin lagu anak-anak Indonesia di depan anak2 TK dan SD. Simpel kan? Tapi mereka sangat perhatian dan apresiatif dengan apa yang aku lakuin walau yang jelas mereka pasti mbatin, "Mas e nyanyi po nggremeng?" wkwk. (nggremeng=menggumam). Udah suaraku gak bagus, mereka gak mudeng bahasanya, tapi mereka antuasias dan meberi standing applaus usai aku perform. Terharu, hiks.
Bagaimana dengan Indonesia? Perform karawitan yang notabene nguri-uri budayane dhewe (re: melestarikan budaya sendiri) aja kadang gak diapresiasi, apalagi nyanyi lagu topi saya bundar. #eh
Begitu pula dengan pemberian. Walau aku gak pernah ngarepin timbal balik atas apa yang aku beri, tapi hati ini tetaplah seneng ketika yang kita beri mengucapkan terima kasih. Di Indonesia, siapa yang terkenal ya? #abaikan -__-". Di Indonesia, pengalaman paling menyakitkan yang aku alami adalah ketika usai memberi, temanku berkata "Opo iki?" "Ngene thok, aku duwe akeh!" (re: "Apa ini? Gini aja, aku punya banyak") Jleb jleb jleb T.T. ya maaf teman, kalo aku cuman bisa ngasih kayak gitu.
Di Jepang, sekecil  apapun, mereka pasti senang nerimanya, entah berapa kali mereka ngucapin ありがとう . super!

Thursday, June 16, 2011

Refleksi Jenesys 2010 part 1

Ya, kenapa aku post tulisan ini duluan? Karena saat orientasi sebelum ke negeri sakura dulu, kami pernah berjanji pada kakak-kakak pemberi materi untuk berbagi hal positif yang kami dapat selama 2 minggu tinggal di sana. Selain sharing secara verbal kepada anggota keluarga besar, teman-teman kelas, organisasi, beberapa adek kelas, sekarang aku pengen share lewat blog ini, semoga lebih banyak yang bisa baca dan tahu hal positif apa yang kami dapat dan dapat ditularkan kepada masyarakat luas.
Aku bikin part-part, yang isinya tiap poin, biar gak bosen bacanya, hhe. (padahal sing mau baca ini yo sopo jal? :p)
Oke, langsung ke poin pertama.
Orang Jepang itu disiplin. Ya, mereka sangat tepat waktu. Bukan hanya tiap individunya, namun juga sistem kehidupan di sana memang disiplin dan super tepat waktu. Tidak ada istilah jam karet atau melanggar karena aji mumpung seperti di Indonesia. Kedisiplinan sudah ditanamkan pada anak sejak dini dan terus diterapkan hingga dewasa. Yang membuat aku kagum di sana salah satunya adik perempuanku, tepatnya putri dari keluarga yang mau menjadi host familyku selama aku tinggal di sana yang namanya tidak boleh aku sebut tanpa ijin dari pihak AFS Jepang. Maaf ya? hhe. Suatu malam, saat aku selesai mengikuti kegiatan klub bahasa bersama host family, kami pulang menuju apartemen tempat tinggal kami dengan berjalan kaki. Saat itu jam 10 malam, waktu Jepang. Jam 4 sore aja udah gelap, di sana. Jalanan sungguh sepi, tak ada lagi kendaraan yang berlalu lalang. Saat kami hendak menyebrangi suatu persimpangan, tiba-tiba adikku menarik jaketku dan berkata "だめ!" yang artinya "Jangan!". "これはです!" yang artinya "Itu merah!" Aku malah jadi malu, kebiasaan di Indonesia. Yang masih merah itu lampu pejalan kaki, jadi di sana lampu pengguna kendaraan dan pejalan kaki ada sendiri2 dan berfungsi dengan baik. Tiap individu juga selalu sadar dan taat pada peraturan apapun keadaannya. Gak kayak di sini, mumpung gak ada yang lihat, wokeeee, jalaaan. haha.

Ada lagi yang lain, tentang sistem transportasi. Selain cerita supir bus di post AFS Jenesys part 2, yang paling bikin kagum adalah kereta listrik dan 新幹線 atau shinkansen, kereta tercepat di dunia yang kecepatannya sampai 700km/jam. Kalo kereta itu hanya menghubungkan tiap daerah atau kecamatan dan kabupaten/kota kalo di Indonesia. Sementara shinkansen menghubungkan provinsi di sana. Yang sama hebatnya adalah ketepatan waktunya. Ketepatan waktu kedatangan dan waktu tiba. Tidak molor bahan satu menitpun. Woow! Jika di jadwal tertulis kereta tiba puul 17.23, pukul 17.21 sudah terdengar suaranya, pukul 17.22 kereta sudah tiba dan ngerem, 17.23 bener2 sampe dan berhenti. Pintu mbuka, ceesss, greeek! Ada percakapan apa gitu, sesyong sesyong yang paling intinya penumpang diersilakan masuk. :D. Kalo di Indonesia molor setengah jam atau sampai satu jam masih dimaklumi. Kapan ya Indonesia bisa tepat waktu? Hmmm, penulisnya aja kadang masih suka molor :p.
Semog bermanfaat dan bisa dijadiin renungan :). Tunggu part2 jika Anda minat!

Come Back

Assalamu 'alaykum sobat blogger. Akhirnya aku bisa balik lagi ngurus blog ini setelah berjuang lama untuk masa depanku sendiri di UN SMA dan SNMPTN serta USM STIS. Hasilnya? Rahasia, mungkin bakal aku share kalo pengen :D. Yang penting adalah banyak hal yang bakal aku tulis di blog ini selanjutnya. Selain cerita Jenesys-ku yang tertunda, masih ada hal lain yang pengen aku tulis. Ini aku kasih bocoran dikit  (berasa penulis handal yang karyanya akan dinanti oran :p) : Refleksi Kegiatan Jenesys, Trilogi Singkat Kisah SMA, Tips Hadapi SNMPTN Undangan dan Tulis, dan Liburanku sambil nunggu dapet sekolah kali ini. Yang mau baca monggo! Yang mau ngakak saja liat tulisan ini juga monggo, itung2 tambah sehat. Here we go!

Saturday, April 02, 2011

Footprints In The Sand

One night I dreamed a dream
I was walking along the beach my Lord
Across the dark sky flashed scenes from my life
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand
one belonging to me and to my Lord

When the last scene of my life shot before me
I looked back at the footprints in the sand
There was only one set of  footprints
I realized that this was at the lowest
and saddest time of my life
This was also bothered me
and I questinoed the Lord

"Lord, You told me when I follow You,
Youwould walk with me all the way
But, I'm aware that during my most troublesome time
there is only one set of footprint
I just don't understand why
when I need You most, You leave me."

The Lord replied,
"my precious, precious child
I love you and I would never leave you."
During your times of trial and suffering
when you see only one set of footprints,
it was then that I carried you.

Monday, February 21, 2011

Campionato de Inferno Only

Tiga tahun silam, bisa dibilang sayalah Sang Capolista. Kini hanyalah tim semenjana yang hanya berusaha menghindari lembah degradasi sembari berharap dewi fortuna berpihak.
Ya, tiga tahun silam, rasanya seperti sudah di  giornata penghujung. Status capolista yang hanya berjarak kurang dari tiga angka di atas tiga kompetitor utama. Di pekan akhir harus bertemu tim yang sudah berjasa mau bekerja sama seperti dalam pertukaran pemain, yang akan terjerembab ke divisi dua bila tak meraih angka. Lupakan capolista. Selamatkan mereka, lanjutkan musim depan bersama! Capolista yang di depan matapun benar-benar lepas. Tapi saya mendapat lebih dari sebuah gelar.

Namun kini, cerita berbeda. Bermain di liga yang maha dahsyat, di babak kualifikasipun kini masih tertatih. Tapi aku datang sebagai pemburu capolista. Tak akan berhenti, tak mau jadi tim semenjana, bukan kacangan, tempat saya di zona eropa! Saya harus berusaha! Musim belum usai.
Ganbatte

Pengemis

Minggu ini, minngu-minggu boxing. Ya, ujian praktek, penuh drama, bukan kata kiasan, tapi memang drama. Malam ini aku kerjakan drama bahasa jawa. Kebetulan mendapat tema patriotisme. Cerita dan pengalaman yang aku dapat mengenai patriotisme dan nasionalisme di negeri Sakura aku angkat dalam cerita drama bahasa Jawa kali ini. Dengan sedikit gubahan tentunya.
Ketika aku mulai ngetik, ide dengan lancarnya muncul karena memang dari pengalaman. Tapi, pas mau ngetik, eh, bahasa jawanya apa ya? Sial, orang jawa kok gag mudeng bahasa Jawa. Pye tho ki? Salah satu kata dari drama bahasa Jawa ku adalah pengemis.
"Bu, bahasa Jawane pengemis tu ndak wong njaluk-njlauk?", tanyaku pada ibuku yang Jawa tulen. "Ngawur! Pengemis yo pengemis!", jawab ibuku. "Ceritane dulu itu orang kurang mampu kalo hari kamis, pada silaturahim ke kyai besar yang memang hari kamis bagi-bagi rezeki atau sodaqoh. Kalo mau ngajak temennya, mereka bilang, ikut ngeMIS ra?", lanjut ibuku.
owalah

Thursday, February 03, 2011

Cerita Sosial Care (telat, :D)

Assalamu 'alaykum sobat blogger! Akhirnya balik bisa nge-pos lagi. Tapi sebenarnya bukan karyaku sih. Ini karya temenku Andhika Tatag. Kebetulan malam ini aku ngerjain laporan sosialcare yang uda aku n temen-temen sekelompok yang terdiri dari aku, anin, aji, amal, tatag, annisa (caca), azan, dan yopi laksanain akhie desember tahun lalu tepat sepulangku dari Negeri Sakura. *hesyeh malah ngguayaa. Aku bagi tugas bikin laporannya, aku finishingnya, sementara diary nya dibikin Tatag.
Oh ya, sebelumnya, sosial care adalah kegiatan siswa-siswi SMA N 3 Semarang yang peduli ama lingkungan sosial di kota Semarang. Bentuk kepeduliaannya itu berupa pengabdian di panti-panti yang udah ditunjuk oleh sekolah. Panti yang dijadikan tempat cari nilai, eh kerja, eh sosial care diantaranya panti asuhan, panti jompo, dan yang paling ekstrem yaitu panti karya yang isinya orang-orang psikotik, gelandangan, cacat mental dsb yang tinggal di satu tempat. Entah sial atau sebuah keberuntungan, kelompok kami dapet jackpot! Ya, Panti Karya Margo Widodo yang terletak di Jalan Tugu, km 9 Semarang. Suraaaam! Dari cerita kelompok lain yang pada kloter sebelumnya disana, memang suraam. Setiap pagi mandiin orang-orang gila, bersihin kandangnya, pokoknya ekstrem dah. -__-
Lebih lengkapnya, ini dia diary sosial care kami selama 4 hari dengan sudut pandang Tatag sebagai orang ketiga serbatahu

Monday, January 24, 2011

Sorry

Untuk sementara yang ngisi blog ini lagi fokus siapin UN dan ada sedikit masalah dengan LCD laptopnya. Mungkin, cerita Jepangnya dilanjutin kapan2 lagi dulu ya? But, coming soon kok. Don't worry!

Sunday, January 02, 2011

BLOG nya ALIF: Serba Serbi AFF Cup

BLOG nya ALIF: Serba Serbi AFF Cup

Serba Serbi AFF Cup

Masih ingat kisah timnas Merah Putih yang mendapat sorotan laser di Bukit Jalil, Malaysia? Saya berhasil mendapatkan gambar pelaku yang kurang ajar :D


Ada juga rombongannya, mereka jalanin aksinya dengan cara gantian



Untuk itu,timnas merah putih melakukan persiapan dengan


Dan suporter timnas tetap setia menyanyikan lagu

Saturday, January 01, 2011

AFS Jenesys 2010 Part 2

Di masa orientasi, kami sudah dipesani oleh kakak2 panitia agar kami menjaga tindakan kami, sebab perilaku kami akan menjadi interpretasi Indonesia di mata Jepang bahkan dunia. Namun maaf, di Kansai International Airport, kami sudah tunjukkan sisi negatif kami, norak (foto-foto, teriak, rekam video). Perlu diketahui bahwa, di Kansai International Airport, dilarang mengambil gambar dalam bentuk foto atau video. Di setiap tempat umum di Jepang, semua orang tenang. Tak terdengar suara conversation, hanya langkah kaki rush our, prok prok prok. Selanjutnya, lelet dan mbingngungi (hesyeh, jah, ngetike angel). Ketika kami diminta diisi lembar embarkasi, kami lama karena bingung dan contek2an (maklum, g paham bahasa jepang). Sampai-sampai, setelah 30menit hanya tersisa rombongan Indonesia di bandara itu, karena penumpang lain sudah selesai mengurus. Sorry, Indonesia, kami perbaiki citra kalian di kesempatan selanjutnya! Ikuti cerita selanjutnya, bagaimana kami membayar lunas ketledoran kami!

Di bandara, kami semua berpendapat kalo udaranya biasa-biasa aja ah. G dingin amat. Ya iyalah, AC nya diangetin kok, g kaya di Indonesia AC buat ngedinginin udara. Begitu keluar dari pintu bandara, brrrrr. Rasain tuh! 9 derajat C. Hah! Aku coba tu ngabab, hhe. Kembali ke jalan yang benar. Di sana, kami ditunggu 2 orang volunteer AFS Japan, bernama Sou dan lupa. Sorry ya? Hhe. Kami dipersilakan naik bus gedhe bernama Limousine, jadi langsung teringet ma temen-temen Olimpiade di Semarang T.T. Kami dibawa menuju ke sebuah tempat untuk mengikuti Arrival Orientation oleh AFS Japan. Selama perjalanan, kesan yang timbul adalah jalan sepi dan lancar karena banyak yang pake transportasi umum, pemandangan dan tata kota yang indah (bahkan pohon masih banyak, rindang, dan bersih di sepanjang jalan), tepat waktu BANGET. Nih ceritanya, saat kami naik bus, kami dijanjikan untuk mampir ke pusat perbelanjaan untuk beli apa yang kami butuhkan dan akan tiba di sana pukul 09.45 WITA. You know what? 09.42 bus masuk area parkir, 09.44 bus mulai berhenti, 09.45 tek pintu bus dibuka dan volunteer bilang silakan turun. Kembali lagi jam 10.15 ya?
Oh ya, pronunciation orang Jepang lucu lho!

Hauce

Ini dia western menu yang aku dapet di Garuda Indonesia saat on the flight to Kansai Airport

Friday, December 24, 2010

AFS Jenesys 2010 Part 1


Assalamu ‘alaykum sobat blogger

Alhamdulillah bulan ini aku dapet kesempatan untuk mengunjungi negeri sakura selama 12 hari lewat program AFS Jenesys 2010 yang tes seleksinya udah aku ikutin 2 tahun lalu. Di posting ini, aku mau certain pengalaman dan mungkin hikmah yang aku dapat selama mengikuti program itu. Cerita akan aku bagi dalam beberapa part.

Sebelum berangkat, aku ikutin masa orientasi selama 3 hari (30 November-2 Desember) di Wisma Handayani untuk mendapat materi dan mengenal 59 peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia yang juga akan bersama-sama berangkat ke Jepang. Ngikuti serangkaian program ini bukan tanpa pengorbanan, tes semesteran harus aku tinggalin dan harus rela rapot kosong hingga ikut susulan.

Dalam orientasi banyak materi yang aku dapat, di antaranya
1.                  Tujuan bersama kontingen Indonesia ke Jepang yaitu mengubah pola piker menjadi positif, memaksimalkan pengalaman, dan merepresentasikan Indonesia.
2.                  Managing Expectation, yang inti materinya adalah awal kunci kesuksesan di manapun kita berada adalah komunikasi, sementara komunikasi bukan hanya bahasa verbal.
3.                  Who Am I, yang intinya We’ll never improve ourselves if we don’t know who we are.
4.                  Problem Solving and Effective Communication, yang intinya when we face a problem, we must aware that we are facing a problem, analyze it, and be positive
5.                  Travel Procedure
6.                  Talent Show

Yang paling bikin capek adalah latihan talent show. Tema dari Talent Show AFS Jenesys 2010 kontingen Indonesia adalah Indonesia 20 Tahun yang Akan Datang. Talent Show ini akan kami persembahkan buat orang tua kami dan segenap staff AFS Indonesia (Bina Antarbudaya) yang telah mendoakan, mendukung, dan membantu segala persiapan kami hingga kepulangan kami nantinya. Di talent show itu ada 3 scene, scene 1 menceritakan tentang keadaan Indonesia saat ini yang suram, scene 2 menceritakan tentang keadaan Indonesia 7 tahun kemudian yang mulai berbenah dan bangkit, dan scene 3 adalah puncaknya ketika Indonesia meraih masa kejayaan 20 tahun kemudian dengan diujung tombaki para pemuda generasi saat ini.

Saturday, November 27, 2010

Postponed Journey

Assalamu 'alaykum kawan
Akhirnya bisa blogging lagi setelah sekian lama. Tak terasa sekarang sudah di penghujung November. Saat yang telah kuimpikan sejak aku masih 4 tahun dan kunanti selama 1 tahun 3 bulan akhirnya tiba. Yup, ke Jepang :D
Alhamdulillah, setelah berhasil lolos dalam seleksi JENESYS tahun lalu, kini buah manisnya dapat dipetik. Seharusnya aku berangkat tahun kemarin, namun entah kenapa aku diberangkatin tahun ini. Sesungguhnya aku malah bersyukur, dengan diberangkatkan tahun ini, aku tidak perlu mengorbankan masa-masa indah di Bali bersama teman-teman Limousin. Kalo saja jadi diberangkatkan tahun lalu, mungkin aku tak bisa mendapat kehangatan dan kebersamaan bersama teman-teman Limou karena pelaksanaan program JENESYS adalah tiap bulan Desember atau bersamaan dengan pelaksanaan program widya wisata SMA N 3 Semarang.
Awalnya, aku kira bakal jadi satu-satunya wakil SMA 3 Semarang di program JENESYS. Untungnya tidak. Di injury time, Devina Gabriella dan Restu Ayu Mumpuni diikutsertakan dalam program ini. Jadi kalo ribet dan butuh apa2, bisa bareng-bareng dan saling share. Sebenarnya mereka peserta program YES, atau program pertukaran pelajar di Amerika selama setahun, tapi mungkin karena mereka tak kunjung mendapat hostfam, akhirnya mereka dipindah ke JENESYS.
Sebelum berangkat, kami bersilaturahmi ke AFS Chapter Semarang untuk mengucapkan terima kasih atas memohon pamit pada semua staf. Kami bersilaturahmi pada sabtu, minggu lalu. Kami membawakan serabi sekadar untuk dimakan bersama. Di sana kami bertemu dengan Pak Ketua, Pak Jamil, dan juga Best Committe of Chapter Semarang, Mas Aziz. Niatnya mau pamitan bentar aja, eh malah jadi berbincang cukup lama dan sebenarnya seru.
Ini dia cerita dari Pak Jamil yang dulu juga pernah mengikuti JENESYS di masa mudanya :
- malam hari saya jalan-jalan ke kedia buat cari minuman anget. Tak sengaja keceplosan pesennya pake bahasa Indonesia. Eh, bakul (baca : penjual) nya malah bisa njawab pake bahasa Indonesia juga. Lho? Usut punya usut, ternyata bakulnya adalah mantan penjajah Indonesia.
- Di Jepang, barang-barang yang out of date sudah tidak digunakan lagi oleh orang-orang Jepang. Mereka mengumpulkan barang-barang out of date tersebut di suatu tempat. Mereka menggunakan barang-barang tercanggih yang ada. Sementara yang di-ekspor adalah barang2 berkualitas di bawah standar yang digunakan orang Jepang. Siswa Indonesia yang mendapat beasiswa belajar di Jepang, biasanya menggosek (baca :memungut) barang2 itu untuk kehidupan sehari2 karena biaya hidup di sana sangat mahal. Hal ini juga dilakukan oleh Pak Jamil. Ini juga yang saya akan coba tiru. :D. Siapa tahu nemu Ipod, BB. wkwk
Saat hendak pamit, Pak Jamil malah menyangoni kami, bukan hanya doa saja {(seperti yang diberikan teman-teman saya yang menuntut oleh2 bermodal donga wae yo?), hhe, piss! saya butuh doa kalian } Pak Jamil dan mas Aziz juga menyagoni kami dengan accesoris buatan chapter Semarang seperti pin, kaos dan tas batik. Nah, nyangoni ki ngene lho! :D
Oh ya, sebenarnya ada cerita lagi dan pesan dari mas Aziz :
 - Walau bisa bahasa Inggris, bahasa inggris yang mereka gunakan adalah semi katakana kadang full katakana. Mereka kan g bisa nyebutin kata 2 kata konsonan berurutan dan huruf L.
Contohnya, di sekolah, mas Aziz ditanya oleh wali kelasnya. "Do you prei with your boroter?" Mas Aziz bingung. Artinya do you pray with your brother? kah . Padahal agama mas Aziz dan adik hostfam nya kan beda. Setelah dipikir2, ternyata, Do you play with your brother?
Pye jal?
Okelah, itu beberapa cerita dari beliau-beliau. kalo diungkap semua, ntar posponed journey nya g seru lagi karena semua sudah terungkap.
Sebelum pulang, aku sempat tanya alasan  kenapa aku diberangkatin tahun  ini ke Pak Jamiil, bukan tahun kmarin. Ternyata umur.
Tapi intinya tetep alhamdulillah aku berangkat tahun ini. Tanpa cost ( kalo semesteran g dianggep) :D, soalnya sepulang dari sana, aku bakal langsng nguntal (baca: menelan) 18 Ujian Akhir Semester yang aku tinggal selama ikut program JENESYS.
 Akhirnya aku ucapin terima kasih ke Allah SWT, kedua orang tua dan semua anggota keluarga besar yang terus doain dari seleksi sampe keberangkatan dan nyangoni (tenan) :D, pengurus AFS Chapter semarang hingga nasional, temen-temen yang nyangoni donga lan kaselamatan, Bu Budi wali kelasku waktu kelas X-Olimpiade dan mas Lilik tetanggaku yang udah ngisi form kepribadianku dengan yang baik-baik, dan semua pihak yang tg bisa aku sebutin satu persatu.
Semoga perjalanan nanti aman, bermanfaat dan menyenangkan
amin

Thursday, August 12, 2010

La in syakartum!

Ayat ini yang aku inget pertama saat buka puasa hari ini. Ini dia artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Ceritanya saat mau buka, ibukku masakin nugget dan beliin tahu susur buat buka tadi. Ibukku bilang , "Paro edangan tahu karo nugget e Le!" baca: nugget dan tahunya buat barengan, Nak. "Nggeh, Bu. Maturnuwun!" jawabku. Tapi adikku tidak mau berbagi, dia minta semua nuggetnya buat dia sendiri pas buka. Ya sudahlah, gpp. Aku tahu aja deh, ngalah.
Saat adzan maghrib berkumandang, aku minum segelas teh hangat, ambil satu tahu trus ke mejid deket rumah. Alhamdulillah, kehilangan nugget, di mejid malah ditawarin takjil ayam bakar. Memang di mejid deket rumahku itu, takjil dengan jumlah orang yang buber g sebanding. Banyak takjilnya. hhe
Memang firman Allah SWT tak perlu diragukan kebenarannya. Ketika kita mau mensyukuri apa yang kita peroleh, Allah akan menambah nikmat kepada kita!
Subhanallah

Entah kebetulan atau gmana, kultum tarawih tadi juga bahas tentang syukur. Khotib nya ambil kisah tentang Urwah Zubair (cucu dari khalifah Abu Bakar as Sidiq). Singkat cerita, pada zaman itu, Islam dipimpin oleh Khalifah Malik dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Syria. Sementara Urwah tinggal di Madinah.
Suatu hari, ada pengumuman bahwa Khalifah Malik akan mengadakan diskusi terbuka dengan rakyatnya. Urwah yang tinggal jauh dari Damaskus juga berminat ikut.
Beberapa hari dia jalani perjalanan yang jauh hingga akhirnya sampai di Damaskus dengan keadaan kaki terluka berat. Satu kakinya kemudian harus diamputasi. Belum cukup penderitaannya, ketika beliau siuman, ia mendapat kabar bahwa anaknya yang tinggal di Madinah ada yang meninggal. Walau dalam keadaan demikian, Urwah tetap berusaha menemui Khalifah Malik.
Begitu bertemu Khalifah Malik, Khalifah mengucapkan duka dan bela sungkawa atas musibah yang dialami Urwah. Namun, apa jawab Urwah? Alhamdulillah, penderitaan yang saya alami ini tidak lebih besar dari nikmat yang telah diberikan Allah SWT padaku selama ini. Saat ini pun, saya masih punya sepasang tangan dan satu kaki sebagai alat gerak untuk terus beribadah pada Allah SWT.
Subhanallah

Olimpiade Online, gagal !

Tahun ini, Limousin kembali mengirim wakilnya di OSN setelah tahun lalu juga mengirim satu wakil Irfany Ulfa Tripalita (ekonomi). Dia adalah Binowo Cahyadi (Astronomi). Rekan seperjuanganku ini (karna aku juga ambil bidang astronomi) berhasil menggondol medali perunggu setelah berlomba selama satu minggu di Medan, Sumatera Utara sejak 1 hingga 7 Agustus ini. 
Aku bangga dengan pencapaian temenku ini, walau sebenarnya ada sedikit kekecewaan, karena aku blum berhasil menembus OSN bahkan OSP. Di OSK pun, aku hanya finish di posisi 6 sehingga gagal ke fase berikutnya.
Saat Binowo masih pembinaan di LPMP (Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah, aku sempat menjenguknya bersama Limou armies dan memberinya dukungan. Ada 11 anak astronomi dari Jawa Tengah . Binowo bilang ,"50% diantara mereka MAHO, sementara sisanya pasangannya!" Pye jal? wkwk .Di sana bocah gila satu itu bilang kalo bakal ada olimpiade astronomi online, terbuka buat umum, siapa aja bisa ikut. Dia suruh aku n tmenku Fuu (juga anak astro) untuk ikut. Siapa tahu menang. hhe
Binowo bilang akan segera sms in alamat situs nya, begitu dia dapet info. Tiga hari nungguin, akhirnya bocah itu ngirim sms alamat situs yang buat lomba astro online, alamatnya asrtonomi.usu.ac.id . Aku buka langsung, begitu sampai rumah, gagal! Aku tanya Fuu, ternyata juga gagal! Gagal mbuka, bukan gagal dalam lombanya maksudnya.
hmm, aku mulai melupakan olimpiade online itu. Tepatnya tanggal 6 Agustus, saat jelang pengumuman pemenang olimpiade nasional, Binowo sms lagi. Alamat olimpiade online ini ternyata Lif, astrojay.com . Langsung aku buka! Sial, ada notification yang bilang kalo lomba online nya baru ditutup sejam yang lalu.
Padahal lumayan, tiap satu soal yang benar berhadiah 1 juta tanpa diundi.

Sudahlah ..