Saturday, November 27, 2010

Postponed Journey

Assalamu 'alaykum kawan
Akhirnya bisa blogging lagi setelah sekian lama. Tak terasa sekarang sudah di penghujung November. Saat yang telah kuimpikan sejak aku masih 4 tahun dan kunanti selama 1 tahun 3 bulan akhirnya tiba. Yup, ke Jepang :D
Alhamdulillah, setelah berhasil lolos dalam seleksi JENESYS tahun lalu, kini buah manisnya dapat dipetik. Seharusnya aku berangkat tahun kemarin, namun entah kenapa aku diberangkatin tahun ini. Sesungguhnya aku malah bersyukur, dengan diberangkatkan tahun ini, aku tidak perlu mengorbankan masa-masa indah di Bali bersama teman-teman Limousin. Kalo saja jadi diberangkatkan tahun lalu, mungkin aku tak bisa mendapat kehangatan dan kebersamaan bersama teman-teman Limou karena pelaksanaan program JENESYS adalah tiap bulan Desember atau bersamaan dengan pelaksanaan program widya wisata SMA N 3 Semarang.
Awalnya, aku kira bakal jadi satu-satunya wakil SMA 3 Semarang di program JENESYS. Untungnya tidak. Di injury time, Devina Gabriella dan Restu Ayu Mumpuni diikutsertakan dalam program ini. Jadi kalo ribet dan butuh apa2, bisa bareng-bareng dan saling share. Sebenarnya mereka peserta program YES, atau program pertukaran pelajar di Amerika selama setahun, tapi mungkin karena mereka tak kunjung mendapat hostfam, akhirnya mereka dipindah ke JENESYS.
Sebelum berangkat, kami bersilaturahmi ke AFS Chapter Semarang untuk mengucapkan terima kasih atas memohon pamit pada semua staf. Kami bersilaturahmi pada sabtu, minggu lalu. Kami membawakan serabi sekadar untuk dimakan bersama. Di sana kami bertemu dengan Pak Ketua, Pak Jamil, dan juga Best Committe of Chapter Semarang, Mas Aziz. Niatnya mau pamitan bentar aja, eh malah jadi berbincang cukup lama dan sebenarnya seru.
Ini dia cerita dari Pak Jamil yang dulu juga pernah mengikuti JENESYS di masa mudanya :
- malam hari saya jalan-jalan ke kedia buat cari minuman anget. Tak sengaja keceplosan pesennya pake bahasa Indonesia. Eh, bakul (baca : penjual) nya malah bisa njawab pake bahasa Indonesia juga. Lho? Usut punya usut, ternyata bakulnya adalah mantan penjajah Indonesia.
- Di Jepang, barang-barang yang out of date sudah tidak digunakan lagi oleh orang-orang Jepang. Mereka mengumpulkan barang-barang out of date tersebut di suatu tempat. Mereka menggunakan barang-barang tercanggih yang ada. Sementara yang di-ekspor adalah barang2 berkualitas di bawah standar yang digunakan orang Jepang. Siswa Indonesia yang mendapat beasiswa belajar di Jepang, biasanya menggosek (baca :memungut) barang2 itu untuk kehidupan sehari2 karena biaya hidup di sana sangat mahal. Hal ini juga dilakukan oleh Pak Jamil. Ini juga yang saya akan coba tiru. :D. Siapa tahu nemu Ipod, BB. wkwk
Saat hendak pamit, Pak Jamil malah menyangoni kami, bukan hanya doa saja {(seperti yang diberikan teman-teman saya yang menuntut oleh2 bermodal donga wae yo?), hhe, piss! saya butuh doa kalian } Pak Jamil dan mas Aziz juga menyagoni kami dengan accesoris buatan chapter Semarang seperti pin, kaos dan tas batik. Nah, nyangoni ki ngene lho! :D
Oh ya, sebenarnya ada cerita lagi dan pesan dari mas Aziz :
 - Walau bisa bahasa Inggris, bahasa inggris yang mereka gunakan adalah semi katakana kadang full katakana. Mereka kan g bisa nyebutin kata 2 kata konsonan berurutan dan huruf L.
Contohnya, di sekolah, mas Aziz ditanya oleh wali kelasnya. "Do you prei with your boroter?" Mas Aziz bingung. Artinya do you pray with your brother? kah . Padahal agama mas Aziz dan adik hostfam nya kan beda. Setelah dipikir2, ternyata, Do you play with your brother?
Pye jal?
Okelah, itu beberapa cerita dari beliau-beliau. kalo diungkap semua, ntar posponed journey nya g seru lagi karena semua sudah terungkap.
Sebelum pulang, aku sempat tanya alasan  kenapa aku diberangkatin tahun  ini ke Pak Jamiil, bukan tahun kmarin. Ternyata umur.
Tapi intinya tetep alhamdulillah aku berangkat tahun ini. Tanpa cost ( kalo semesteran g dianggep) :D, soalnya sepulang dari sana, aku bakal langsng nguntal (baca: menelan) 18 Ujian Akhir Semester yang aku tinggal selama ikut program JENESYS.
 Akhirnya aku ucapin terima kasih ke Allah SWT, kedua orang tua dan semua anggota keluarga besar yang terus doain dari seleksi sampe keberangkatan dan nyangoni (tenan) :D, pengurus AFS Chapter semarang hingga nasional, temen-temen yang nyangoni donga lan kaselamatan, Bu Budi wali kelasku waktu kelas X-Olimpiade dan mas Lilik tetanggaku yang udah ngisi form kepribadianku dengan yang baik-baik, dan semua pihak yang tg bisa aku sebutin satu persatu.
Semoga perjalanan nanti aman, bermanfaat dan menyenangkan
amin

Thursday, August 12, 2010

La in syakartum!

Ayat ini yang aku inget pertama saat buka puasa hari ini. Ini dia artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Ceritanya saat mau buka, ibukku masakin nugget dan beliin tahu susur buat buka tadi. Ibukku bilang , "Paro edangan tahu karo nugget e Le!" baca: nugget dan tahunya buat barengan, Nak. "Nggeh, Bu. Maturnuwun!" jawabku. Tapi adikku tidak mau berbagi, dia minta semua nuggetnya buat dia sendiri pas buka. Ya sudahlah, gpp. Aku tahu aja deh, ngalah.
Saat adzan maghrib berkumandang, aku minum segelas teh hangat, ambil satu tahu trus ke mejid deket rumah. Alhamdulillah, kehilangan nugget, di mejid malah ditawarin takjil ayam bakar. Memang di mejid deket rumahku itu, takjil dengan jumlah orang yang buber g sebanding. Banyak takjilnya. hhe
Memang firman Allah SWT tak perlu diragukan kebenarannya. Ketika kita mau mensyukuri apa yang kita peroleh, Allah akan menambah nikmat kepada kita!
Subhanallah

Entah kebetulan atau gmana, kultum tarawih tadi juga bahas tentang syukur. Khotib nya ambil kisah tentang Urwah Zubair (cucu dari khalifah Abu Bakar as Sidiq). Singkat cerita, pada zaman itu, Islam dipimpin oleh Khalifah Malik dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Syria. Sementara Urwah tinggal di Madinah.
Suatu hari, ada pengumuman bahwa Khalifah Malik akan mengadakan diskusi terbuka dengan rakyatnya. Urwah yang tinggal jauh dari Damaskus juga berminat ikut.
Beberapa hari dia jalani perjalanan yang jauh hingga akhirnya sampai di Damaskus dengan keadaan kaki terluka berat. Satu kakinya kemudian harus diamputasi. Belum cukup penderitaannya, ketika beliau siuman, ia mendapat kabar bahwa anaknya yang tinggal di Madinah ada yang meninggal. Walau dalam keadaan demikian, Urwah tetap berusaha menemui Khalifah Malik.
Begitu bertemu Khalifah Malik, Khalifah mengucapkan duka dan bela sungkawa atas musibah yang dialami Urwah. Namun, apa jawab Urwah? Alhamdulillah, penderitaan yang saya alami ini tidak lebih besar dari nikmat yang telah diberikan Allah SWT padaku selama ini. Saat ini pun, saya masih punya sepasang tangan dan satu kaki sebagai alat gerak untuk terus beribadah pada Allah SWT.
Subhanallah